Nama : Julien Berty
Kelas : XI AK
Guru Pembimbing : Aemilia Dessy S.
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
RANGKUMAN BAB VII
MENILAI KARYA MELALUI RESENSI
Apakah resensi itu? Resensi merupakan pertimbangan
baik-buruknya suatu karya. Orang yang menyusun resensi disebut peresensi. Dalam
meresensi sebuah buku, haruslah objektif, sesuai dengan kualitas isi buku.
Resensi adalah ulasan atau penilaian atau pembicaraan
mengenai suatu karya baik itu buku, film, atau karya lain. Tugas penulis
resensi adalah memberikan gambaran kepada pembaca mengenai suatu karya apakah
layak dibaca atau tidak. Hal-hal yang dapat ditanggapi dalam resensi ialah
kualitas isi, penampilan, unsur-unsur, bahasa, dan manfaat bagi pembaca.
Unsur-unsur
atau sistematika yang terdapat dalam resensi di antaranya sebagai berikut.
1. Judul resensi
2. Identitas buku yang diresensi
3. Pendahuluan (memperkenalkan pengarang, tujuan
pengarang buku, dan lain-lain)
4. Inti/isi resensi
5. Keunggulan buku
6. Kekurangan buku
7. Penutup
Teks resensi memiliki kaidah-kaidah kebahasaan seperti
berikut.
1. Banyak menggunakan konjungsi penerang, seperti
bahwa, yakni,yaitu.
2. Banyak menggunakan konjungsi temporal: sejak,
semenjak, kemudian,akhirnya.
3. Banyak menggunakan konjungsi penyebababan: karena,
sebab.
4. Menggunakan
pernyataan-pernyataan yang berupa saran atau rekomendasi pada bagian akhir
teks. Hal ini ditandai oleh kata jangan, harus, hendaknya,
Pemerintah telah menetapkan beberapa peraturan
berkaitan dengan penulisan unsur serapan itu. Secara umum peraturan-peraturan
itu adalah sebagai berikut.
1. Satu bunyi dilambangkan dengan satu huruf,
terkecuali untuk bunyi ng, ny, sy, kh
yang diwakili oleh dua huruf. Contoh: kromosom bukan khromosom, foto bukan
photo, retorika bukan rhetorika, dan tema bukan thema.
2. Penulisan kata serapan harus sesuai dengan cara
pengucapan yang berlaku dalam bahasa Indonesia. Misalnya: cek bukan check, tim
bukan team, taksi bukan taxi, dan aki bukan accu.
3. Penulisan kata serapan diusahakan untuk tidak jauh
berbeda dengan kata aslinya. Contoh: aerob (Inggris: aerobe) bukan erob,
hidraulik (Inggris: hydraulic) bukan hidrolik, sistem (Inggris: system) bukan sistim,
frekuensi (Inggris: frequency) bukan frekwensi.
Tahukah kamu bahwa tujuan utama resensi buku ialah
memberikan tanggapan atas isi buku sebagai informasi kepada calon pembaca buku itu.
Tanggapan itu dapat memotivasi pembaca resensi atau menjadi tidak berminat
membaca buku yang diresensi itu. Di samping itu, resensi buku merupakan umpan
balik bagi penulis buku untuk menyempurnakan isi buku tersebut pada edisi
terbitan berikutnya. Tujuan meresensi buku hendaknya menjadi acuan bagi penulis
resensi dalam mengembangkan resensi yang disusunnya dan juga sebagai salah satu
kriteria bagi media yang akan memublikasikannya.
Adapun struktur penyajian resensi novel adalah sebagai
berikut.
1. Identitas novel, yang meliputi judul, nama penulis,
penerbit, tahun terbit, dan tebal novel.
2. Menyajikan ikhtisar atau hal-hal menarik dari
novel.
3. Memberikan penilaian, yang meliputi kelebihan dan
kelemahannya. Penilaian tersebut sebaiknya meluputi unsur-unsur novel itu
secara lengkap, yakni tema, alur, penokohan, latar, gaya bahasa, amanat, dan
kepengarangan.
4. Menyimpulkan resensi yang disajikan.
Untuk sampai pada penyajian resensi novel seperti itu, terdapat sejumlah pertanyaan yang dapat kita jadikan panduan. Berikut pertanyaan-pertanyaan yang dimaksud.
1. Tema
a. Apakah tema cerita itu?
b. Apakah tema itu sah dan benar sebagai kebenaran umum?
2. Alur
a. Pola apakah yang digunakan pengarang dalam membangun alur ceritanya itu?
b. Peristiwa-peristiwa apakah yang telah dipilih untuk melayani tema cerita itu?
c. Apakah terdapat hubungan wajar dan baik antara tema dengan peristiwa-peristiwa itu?
d. Mengapa suatu peristiwa lebih menonjol daripada yang lain-lainnya?
e. Apakah peristiwa-peristiwa itu disusun secara rapi dan baik sehingga dapat memberikan suatu penekanan yang penting dan berguna?
f. Apakah peristiwa-peristiwa itu wajar dan hidup?
g. Bagaimana peristiwa-peristiwa itu mengantarkan perjalanan
hidup tokoh utamanya?
3. Latar
a. Di mana dan kapankah peristiwa itu terjadi?
b. Bagaimana peranan latar tersebut dalam keseluruhan cerita: apakah latar tersebut menguatkan atau justru melemahkan cerita?
4. Penokohan
a. Bagaimana cara pengarang dalam menampilkan karakter tokoh-tokohnya?
b. Apakah karakter tokoh-tokoh itu wajar atau terkesan dibuat-buat?
c. Bagaimana hubungan antara satu tokoh dengan tokoh lainnya?
d. Bagaimana peranan karakter tokoh-tokoh tersebut dalam men- dukung tema dan menghidupkan alur cerita?
5. Sudut pandang
a. Dari sudut sudut pandang siapakah cerita itu diceritakan?
b. Apakah sudut pandang itu dijalankan dengan konsekuen dalam seluruh cerita?
6. Amanat
a. Apa amanat cerita itu?
b. Bagaimana cara pengarang menyampaikan amanatnya, bersifat menggurui atau tidak?
7. Bahasa
a. Apakah bahasa cerita itu tajam, lincah, dan sugestif?
b. Gaya bahasa apakah yang dipergunakan dalam cerita itu?
c. Apakah penggunaan gaya bahasa itu tepat, wajar, dan hidup?
Menulis resensi tidaklah mudah. Untuk melakukan
kegiatan ini diperlukan beberapa persyaratan. Berikut persyaratan tersebut.
1. Penulis harus memiliki pengetahuan di bidangnya.
Artinya, jika seorang penulis akan meresensi sebuah novel, maka ia harus
memiliki pengetahuan tentang teori novel dan perkembangannya.
2. Penulis harus memiliki kemampuan menganalisis.
Sebuah buku novel terdiri atas unsur internal dan eksternal atau yang lebih
dikenal dengan unsur intrinsik dan ekstrinsik. Seorang penulis harus mampu
menggali unsur-unsur tersebut.
3. Seorang penulis juga dituntut memiliki pengetahuan
dalam acuan yang sebanding. Artinya, penulis akan membandingkan sebuah karya lain
yang sejenis. Dengan demikian, ia akan mampu menemukan kelemahan dan keunggulan
sebuah karya.